SIMPANAN

Ada pepatah , jika aku mendengar aku lupa,jika akau melihat aku ingat, jika aku mengerjakan aku mengerti. Memang sesuatu itu kita bisa menghayati bila sudah  melaksanakan.  Begitu pula kita harus rajin menabung, sedikit sedikit lama lama menjadi gunung.  Kita coba dulu dari yang kecil kemudian menjadi besar.   Kita ibaratkan harta itu  ada 3 bagian: harta diluar rumah, harta didalam rumah , harta dalam lemari. Simpanan itu adalah identik harta didalam lemari, hanya kita yang bisa menemukannya. Temanku didalam Sunah Rosullullohu saw disebutkan “ Jadilah kalian anaknya akhirat, jangan menjadi anaknya dunia “.  Kadang kadang kita mencari harta benda bekerja keras sampai lupa waktu, kadang tidak berhasil atau berhasil. Irtakalati dunya muktadiratun, wa irtalakati akirati muqbilatun (Dijadikan dunia itu menjauh dan dijadikan akirat itu mendekat).

Pada zaman dulu ada 2 orang(seorang Yahudi dan seorang Muslim) berserikat dagang sehingga untungnya sangat besar.

Orang Yahudi kemudian menggunakan 1/3 keuntungannya untuk membeli kebun kurma yang luas,untuk mencukupi hidupnya.

Suatu hari si Yahudi ketemu si Muslim.Dia bertanya : Hai kawanku, 1/3 untungmu dulu kamu pakai apa” Si Muslim menjawab “ Aku sodaqohkan ke jalan Alloh”

Orang Yahudi kemudian menggunakan lagi 1/3 keuntungannya untuk membuat rumah mewah yang luas,untuk tempat tinggalnya.

Suatu hari si Yahudi ketemu si Muslim lagi.Dia bertanya : Hai kawanku, 1/3 lagi dari  untungmu dulu kamu pakai apa” Si Muslim menjawab “ Aku sodaqohkan ke jalan Alloh”

Orang Yahudi kemudian menggunakan lagi sisa keuntungannya(1/3) untuk menikah dengan wanita yang dicintainya/disenanginya.

Suatu hari si Yahudi ketemu si Muslim pula.Dia bertanya : Hai kawanku, sisa dari  untungmu dulu(1/3) kamu pakai apa” Si Muslim menjawab “ Aku sodaqohkan ke jalan Alloh”

Jadi saat itu Si Yahudi, bisa mempunyai  kebun,rumah dan istri. Sedang si Muslim untungnya disodaqohkan semuanya ke jalan Alloh.

Tetapi hakekatnya apa-apa yang ada didunia itu akan ditinggalkan, segala sesuatu didunia ini akan rusak .   Kehidupan dunia akan menjadi masa lalu dan masa lalu itu menjauh dari kita, sedangkan kehidupan akhirat itu mendekat kepada kita. Oleh sebab itu carilah dunia ini sehingga menjadi bekal di akhirat.

Bila orang mati, maka 3 hal mengikuti:

-Harta kadang ikut mengantarnya/menemaninya dikuburan(misalnya pakaian,emas dll).

-Istri,anak,keluarga akan mengantar ke kuburan, kemudian kembali kerumah.

-Amal ibadah inilah yang selalu mengikutinya dialam kubur sampai di hari akhirat. Padahal amal ibadah inilah yang dulu kita merasa berat untuk melaksanakannya.  Ternyata amal setia menolong kita.

Setelah melalui alam kubur, alam kiamat dan seterusnya orang Muslim tadi masuk surga.

Didalam surga itu diberikan apa yang diinginkan,diberikan makannan ,minuman, buah-buahan, diberikan rumah dan diberi istri bidadari nan  cantik jelita.   Jadi ia menemukan simpanannya yang dikerjakan didunia , pada saat di akhirat.

Dunia adalah kesenangan yang menipu, dunia adalah bersifat lahan atau main-main.

Kehidupan didunia bersifat fana(sementara) ,kehidupan di akhirat bersifat baqa(kekal).

Semarang, 7 Juli 2010

Sani-san

Pos ini dipublikasikan di Forum Islam. Tandai permalink.

6 Balasan ke SIMPANAN

  1. M Sofjan berkata:

    Sani San,
    Ruarr biasa ,, terimakasih tulisannya sederhana,, to the point ,, namun sangat menggugah ,,,
    Salam hangat,

  2. Suhirdjanto berkata:

    Sani-San,
    Tulisan ini mengingatkan kita2 yang semakin sepuh, untuk berbuat yang lebih baik lagi dengan memperbanyak amalan2 yg baik didunia sebagai bekal di akherat kelak, trimksh pak Sani … dingatkan, salam.

  3. muslich m berkata:

    Bisa juga jadi renungan:
    -Bila seseorang telah meninggal, terputuslah utknya pahala segala amal, kecuali 3 hal:
    – Shadaqah jariyah,
    – Ilmu yang bermanfaat,
    – Dan anak shaleh yg selalu mendo’akannya .
    ———hadits : rw imam bukhari&muslim—————————–
    salam.
    mm

  4. murawi berkata:

    matur suwun san, nasehat yg singkat tapi jelas. ya tolong doanya saja agar konco2 kabeh bisa menjalani. amin

  5. Rizal Tea berkata:

    Mas San,
    Tulisan yang sangat menggugah hati , alangkah indahnya jika para pemimpin kita bisa menghayati tulisan ini.. lanjut Mas San……. Arigato gozaimasta…!
    wass

  6. Uud Sudiarsa berkata:

    Mas San,
    Sungguh suatu nasehat yang sangat berguna bagi kita2 yang harus sudah harus memikirkan dan melakukan hal-hal yang bersifat tabungan atau simpanan untuk akhirat. Saluut Mas San.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s