Elang Perkasa

Suatu hari seorang petani Indian mencari kayu di hutan ditepi tebing batu tinggi dari lereng gunung, syahdan dia menemukan sebutir telur Elang dan serta merta telur tersebut dia bawa pulang, sesampainya dirumah telur itu dia letakkan dipetarangan ayamnya yang saat itu kebetulan sedang mengerami telor.

Telor Elang itupun menetas bersamaan dengan telor-telor yang lain, dan Induk ayam menganggap bahwa semuanya adalah anaknya termasuk bayi elang tersebut, begitu juga bayi elang tersebut menganggap dirinya adalah anak ayam sama seperti yang lainnya.

Dari hari ke hari dia berjalan seperti ayam , makan dan minum seperti ayam bermain dengan saudara-saudaranya (ayam) dan belajar bersama untuk menjadi ayam yang pandai dan perkasa demikian juga sang induk ayam merawat mereka dengan penuh kasih sayang dan jadilah mereka tumbuh dengan gagah, cantik dan perkasa.

Si Elang mendapati dirinya tumbuh lebih besar dari saudara-saudaranya , paruhnya tajam walau agak melengkung, cakarnya demikian kuat hingga dialah ayam yang paling disegani diseantero kampung bahkan desa. Dia tetap berjalan, makan dan minum seperti ayam dan dia selalu menganggap dirinya adalah ayam yang sangat kuat. Hingga suatu hari tampaklah seekor Elang dewasa terbang diatas desanya, gagah demikian anggun elang tersebut merentangkan kedua sayapnya yang besar jeritannya memekakan telinga dan seketika terdengar teriakan ayam-ayam dewasa berteriak lari ! lari ! musuh datang sembunyikan dirimu selamatkan dirimu, dan anak elang mendengar induknya (ayam) berteriak hei..sembunyi cepat dikolong jangan bengong ! itu adalah Elang musuh kita …lariii !!!

Sesaat si Elang memandang keangkasa dengan kagum dia melihat burung seperti dirinya ..eh bukan dia terbang dengan gagahnya … jeritannya melengking tajam melumpuhkan saraf …dan hinggaplah sang Elang diatas atap rumah sambil matanya tajam menatapnya, keruan induk ayam berteriak sekuat tenaga dalam isak tangis ..lariii ..lariii anakku selamatkan jiwamu !! sang elang muda bagai terhepnotis memandang Elang dengan kekaguman dan telinganya mendengar suara Hey…kenapa kamu berjalan disitu ..kepakan sayammu ..mari terbang bersamaku, dan serta merta elang muda mengkibas-kibaskan sayapnya namun tubuhnya tak bergeming ….lagi lebih keras lagi oh alangkah loyonya kamu , badanmu gemuk dan lihat cakarmu kotor dekil dan rusak ..ayo coba terus teriak Elang perkasa memberi semangat. Sang Elang muda mencoba dan mencoba terus dikepakan sayapnya sekuat tenaga debu berterbangan dimana-mana sedikit demi sedikit tubuhnya terangkat hingga 30 cm namun dia kecapekan dan bum tubuhnya terhempas kembali kebumi muka terbentur batu, “anakku kenapa kamu …jangan gila ..larilah berlindung !!” teriak induk ayam memelas menangis takut akan keselamatan anaknya.

Sejak saat itu Elang muda selalu termenung … dia membayangkan dirinya terbang dilangit dengan gagah dan menjerit memekakan telinga dia berputar dikampung untuk menjaga keamanan kampungnya. Sejak saat itu setiap pagi dirinya berlatih beberapa kali dia mencoba mengibaskan sayapnya dan beberapa kali juga tubuh gemuknya terhempas, mukanya sudah penuh luka terjerembab ditanah, otot sayapnya nyeri bahkan menjadi kaku karena pengerasan otot …dia coba dan mencoba dia berlatih dan berlatih yang terngiang dalam benaknya hanya “kepakkan sayap dan terbang itulah Aku”  …lambat laun rasa nyeri di lenganpun hilang dan terlihat lengannya sangat berotot…dia semakin kuat, kali ini dia bisa terbang 1 meter dan ketika mulai capek diapun mampu turun tanpa harus mencium tanah , tanpa harus terbentur batu….berhari-hari dia berlatih dan berlatih , Saudara-saudaranya mulai tidak mengacuhkannya suatu kejadian biasa jika pagi hari angin menerpa kencang dan debu berterbangan ..itu sang Elang muda sedang berlatih. Suatu hari sehabis berlatih Elang muda berjalan menuju telaga , haus rasanya setelah hampir seharian dia berlatih dan betapa terkejutnya dia melihat bayangannya , terlihat mukanya agak pucat dan beberapa goresan luka yang menjelang sembuh menghias disana, tubuhnya kurus …begitu kecilnya perutnya namun berbiku-biku penuh dengan otot dan tampak dadanya membusung penuh dengan otot-otot yang keras, lengannya tak lagi berisi daging namun keras penuh dengan otot, semula dia kaget kemudian diapun tersenyum betapa dia sekarang mirip dengan Sang Elang Perkasa, setapak dia mundur diarentangkan sayapnya dan dia melirik kembali ke air …dia tersenyum alangkah gagahnya dia, “Hey…ada apa denganmu !?”  “ mari kita terbang keliling kampung..kita kehutan mencari kelinci !” kaget dan buyarlah lamunannya …rupanya Elang perkasa memperhatikan dirinya dari tadi, “Ayolah kita terbang !!” … nantilah aku baru bisa terbang 2 meter , aku akan berlatih lagi dan pasti nanti aku akan terbang bersamamu, Elang perkasa memperhatikan dirinya dengan teliti kemudian dia berkata “Sekaranglah saatnya bersiaplah aku akan membawamu terbang keangkasa “ tanpa menunggu jawaban disambarnya elang muda dan dibawanya terbang tinggi 10 m, 20 m, 50 m dan masih naik meninggi ..angin mulai menampar wajah elang muda dengan keras dia gemetar ketakutan…  perlahan-lahan diapun menyesuaikan diri ..dia melihat kebawah …Ouuu …alangkah indahnya  terkagum-kagum dia melihat hutan, ngarai, kampung dimana dia tinggal alangkah indahnya “Bersiaplah kepakkan sayapmu sekuat mungkin dan engkau akan terbang sendiri !” pekik Elang perkasa, belum sempat dia bersiap tubuhnya sudah meluncur deras kebawah ….Hah…!, dengan ketakutan sekuat tenaga dia kepakan sayapnya …tubuhnya turun..dan turun …makin keras dia kepakan sayapnya ..dan tiba-tiba tubuhnya tertahan dan terayun-ayun sesuai kepakan sayapnya …..Hah ! ..dia terbang…dia terbang …dan dengan girang dia memekik …KKKaaaaakkkkk …. Kkkaaaakkkk…Kkkaaakkkkk !!!! kegirangan, ..dan dengan kaget dia mendapatkan suaranya demikan kuat melengking ! …..dia perhatikan sang Elang Perkasa , dan dia tirukan bagaimana dia merentangkan sayapnya, memutar, berbelok …apapun gerakan sang Elang perkasa dia tirukan dan dia bisa …dia bisa … oh aku terbang ! sekali lagi dia teriak dengan gembira  KKaaaaaakkkk ! …. Jadilah dia sang Elang Perkasa Muda !

T A M A T

Elang yang perkasa adalah Elang yang tumbuh dewasa dalam lingkungannya, dalam habitatnya yang memaksa dia melatih dirinya dengan disiplin dan keras, bahkan kegagalan latihannya berarti mati.

Bakat dan Tingginya tingkat kecerdasan adalah Amanah dan Anugrah,   latihan / tempaan diri yang keras, belajar, berlatih dan disiplin untuk menjadikannya sebagai kompetensi diri adalah kuajiban bentuk rasa Syukur atas Karunia yang kita terima dari Allah SWT.

Semarang 25 Desember 2005

M. Faried Fannany

Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Elang Perkasa

  1. murawi berkata:

    benar kang faried, bangsa kita sebenarnya diciptakan alloh sama dgn bangsa lain seperti elang muda. namun krn kita tidak punya elang perkasa utk dicontoh, ya .. jadinya tetap seperti ayam. maaf kalau salah persepsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s