MEMBANGUN PILAR PERDAGANGAN ISLAMI MELALUI PASAR MODERN (MART) .. BAG-II

A.   Merengkuh Dunia, menggapai  Surga Impian.

Dari tulisan tentang Da’i Su (Da’i yang tidak baik ) sebelumnya, Ibrah yang bisa dipetik adalah,  bahwa dalam memberikan tausyiah atau nasehat,  sudah sepatutnyalah para pemberi  tausyiah , mengetahui dan berpegang teguh kepada rambu-rambu  yang merupakan norma-norma agama.   Allah SWT, telah memberikan batasan/ rambu-rambu  melalui FirmanNya yaitu :   “ Kaburon maktan  indallah, an taquulu ma laa  taf a’alun = amat besar kemurkaan di sisi Allah, terhadap sesuatu yang diucapkan dan tidak dilaksanakan”.

Peristiwa yang berkaitan erat dengan Ayat tersebut diatas,  adalah suatu peristiwa dimana  para ahli kitab ( ulama / Da’i  Kaum Yahudi ), telah menyuruh para pengikutnya,  untuk mengikuti ajaran Rasulullah Saw, tetapi mereka sendiri tidak mengikutinya.

Sebagian Rambu-rambu yang perlu diperhatikan oleh para pemberi Tausyiah, adalah sebagai berikut (mudah-mudahan bermanfaat) ;

  1. Hendaknya  diupayakan isi tausyiah yang akan disampaikan itu,  tentang  sesuatu yang sudah pernah di alami atau dilakukan sendiri,  yang tidak bertentangan dengan al-Qur’an / sunnah.  Sehingga  bisa   memberikan tausyiah dengan baik dan benar,  dan dapat    menghindarkan diri dari perkataan yang  ghibah atau fitnah.  Upayakanlah untuk  tidak   mengkritik sana sini, membuka aib sana sini,  tuding sana sini, seperti merasa benar sendiri.
  2. Apabila diberikan kesempatan untuk memberikan tausyiah / nasihat,  dalam masalah yang belum pernah dialaminya, maka dapat  diupayakan dengan cara, memaparkan kisah-kisah yang telah terjadi pada zaman dahulu,  seperti kisah  para sahabat nabi.    Ataupun bisa juga sebuah pengalaman pribadi,  yang telah dialami  oleh sahabat-sahabat  kita  sendiri, yang jelas-jelas telah dimengerti kebaikannya, dan tidak bertentangan dengan al Qur’an dan sunnah, dengan cara menghindari  dari ghibah dan fitnah.
  3. Namun demikian,  ada kalanya  para peminta nasihat,  meminta keterangan yang lebih jauh lagi, maka upaya yang terakhir adalah,  bekalilah mereka dengan  nasehat yang berupa ilmu,  yang bersumberkan kepada tuntunan Al qur’an dan ataupun hadist, dengan terlebih dahulu ditunjukkan bahwa   masalahnya bersesuaian dengan Ayat Al qur’an dan atau hadist .

Tulisan merengkuh dunia menggapai surga impian, Alhamdulillah,  adalah sebuah pengalaman penulis  yang memiliki kesempatan untuk bersilaturahim dengan salah  seorang sahabat, yang Insya Allah, telah memotivasi  diri penulis sendiri, untuk terus berupaya dalam menggapai harapan dan impian, yang berupa rahmat Illahi Robbi,  dan besar harapan penulis,  juga bisa  bermanfaat bagi pembaca lainnya. Amiin.

Pada suatu kesempatan bersilaturahim dengan sahabat baik tersebut, penulis menyampaikan dengan perasaan yang lega dan bangga, bahwa banyak teman-teman penulis termasuk penulis sendiri ,  yang telah  berhasil meniti puncak pengabdian, setelah melalui lorong waktu yang panjang dalam kancah pekerjaan disuatu perusahaan.  Kami merasa  bisa bernafas dengan lega, karena  bisa melepaskan kepenatan rutinitas, yang selalu diburu waktu , dikejar kejar untuk menuntaskan tugas,  dalam masalah mendapatkan nafkah  duniawi  (mencari  rezeki).

Sahabat yang mulia itu, tersenyum mendengarnya,  dan kemudian beliau menyitir akhir ayat dari  Al-Qur’an surah An- Nashrah  yang artinya;

Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain).  Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”.

Pada pertengahan Tahun 2003, untuk pertama kali kami diberikan Allah SWT, kesempatan bisa  bertemu  sahabat ini, beliau pada waktu itu bersama rekan-rekan lainnya, menemui penulis, dan menyatakan ingin bergabung dengan kami.  Pada waktu itu kami sedang getol-getolnya   berupaya membangun perekonomian umat,  dengan cara mengaplikasikan metoda  perdagangan yang berbasiskan keadilan, suka sama suka, dan Insya Allah mendapat Ridla Ilahi Robbi, amiin.

Pada waktu itu sahabat  ini,  adalah seorang Doktor yang masih muda, seorang Dekan Suatu Universitas dan Ketua Sekolah Tinggi di bidang Kesehatan di Bandung.   Disamping beliau berprofesi sebagai  Pengajar, beliau juga aktif sebagai seorang Penceramah , Imam Mesjid, dan Khatib dan pengurus di beberapa Pesantren yang ada di Kota Bandung.   Kapabilitas sahabat yang sudah seabrek ini juga didukung oleh penampilannya yang sangat menarik, orangnya sangat ramah, murah senyum dan terkesan sangat sopan.

Beliau selalu menjalankan Puasa daud, yaitu puasa berselang hari ( satu hari puasa dan satu hari tidak). Bahkan beliau menyatakan seandainya di perbolehkan oleh syariah,  beliau rasanya menginginkan puasa terus menerus, (subhanallah…. ).

Beliau sering menyertai kami,  ketika kami harus memberikan presentasi atau ceramah tentang perdagangan yang berkeadilan ini,  baik di Pesantren maupun sekolah-sekolah, dan dalam kesempatan memberikan ceramah, beliau selalu menyatakan dirinya,  sebagai adik penulis ( walaupun penulis sendiri merasakan,  bahwa sahabat saya inilah yang pantas menjadi  guru kami).

Dalam setiap kesempatan berdiskusi diantara kami, kami  sering membahas  al qur’an dan hadist  yang berkaitan erat  dengan perdagangan.  Adapun rangkaian-rangkaian Firman Allah yang selalu di tonjolkan dalam diskusi, adalah ;

  1. Perdagangan adalah salah satu bidang pekerjaan/ profesi,  yang sangat diperhatikan oleh Yang Maha Kuasa, karena salah satu azab Allah SWT,  ditimpakan ke pada Ummat Nabi Syuaib ( Kaum Madyan ),  karena masalah perdagangan yang tidak benar ( Q.s. Huud 84 – 95 ).  Bila ditinjau dari ciri-ciri perdagangan zaman kaum Madyan yang tertera dalam Qur’an surat Hud 84-95, maka dewasa ini,  metoda tersebut  terlihat sudah berlaku dimana-mana .
  2. Salah satu ciri orang beriman menurut Al-Qur’an  adalah,   orang muslim yang memiliki profesi di bidang perdagangan (jual beli ), hal itu dinyatakan dalam Q.S. Al-jumaah ayat  9,10, : “ Hai orang orang yang  beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat jumat, maka bersegaralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli ….. “ apalagi kalau ayat ini digenapi dengan Hadist, yang menyatakan bahwa 90 persen rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, berada dalam bidang perdagangan.
  3. 3. Dalam mencari rezeki, tidak ada istilah “pensiun”,  seperti dinyatakan dalam Q.S  An-Nashrah diatas, dan Al-qassas 77 (“Dan carilah kepada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu ( kebahagiaan ) negeri akhirat, dan janganlah melupakan bahagianmu dari (kenikmatan ) duniawi, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
  4. Perdagangan yang telah di Ridhai oleh Yang Maha Pencipta, adalah perdagangan yang sudah berlaku sejak zaman Nabi Syuaib (kaum Madyan ), sehingga seharusnya perdagangan yang benar ini, dapat  disebut sebagai  perdagangan samawi ( bukan hanya  syariah islam), dan semua ummat yang beragama samawi,  seharusnya sudah mengetahui  dan mempraktekannya.
  5. Literatur tentang bagaimana cara / metoda perdagangan samawi, sampai saat ini belum ditemukan dan sangat sulit ditemukan, sehingga diperlukan upaya untuk memberikan contoh konkrit dari aplikasi metoda tersebut.

Lama kami tidak bertemu,  mengingat kesibukan kami  masing-masing, dan Alhamdulillah!!,  pada Tahun 2010 ini kami berkesempatan bisa bertemu kembali walaupun sebentar, ternyata beliau terlihat lebih langsing, tambah segar dan awet muda,  inilah keadaaan sahabat saya sekarang ini;

  • Beliau sudah pindah ke Jogyakarta, dan disamping profesi sebagai Dosen, juga menjadi pimpinan sebuah Bank Asing, dimana melalui kepemimpinan beliau,  Bank tersebut membuka konsep syariah ( berdasarkan ajuan sahabat saya ini ).
  • Beliau membuka usaha sebuah Pabrik makanan, yang telah memiliki karyawan yang cukup banyak.
  • Menurut penuturan sahabat saya yang lain, beliau sudah termasuk ahli perbankan syariah yang sudah dikenal di lingkungan perbankan di Indonesia.

Fokus pembicaraan kami ketika  itu, adalah tentang seputar pertanyaan yang menyangkut apa, mengapa , bagaimana dan untuk apa Pabrik makanan itu telah dibangun.  Saya memperoleh kesimpulan bahwa sahabat saya ini, benar-benar telah mengaplikasikan, apa yang selama ini, selalu menjadi pembicaraan diantara kami.  Dia tidak pernah berhenti, tidak pernah mengeluh dan dia memforsir diri dengan seluruh daya  upaya,  hanya untuk bisa melakukan Hablum Minallah dan Hablum Minannas.

Hablum Minallah, Sahabat saya  ini , berupaya agar bisa secara maksimal melaksanakan perintah Allah SWT ( dengan sesuai kemampuan yang ada,  yang tentunya setelah di perjuangkan secara maksimal),  yaitu melaksanakan ritual agama islam yang langsung berhubungan dengan Allah SWT, baik yang wajib maupun yang bersifat sunat ( Ibadah langsung ).   Dia  tidak pernah ketinggalan puasa Daud, shalat dhuha, shalat tahajud, dan seluruh kegiatan-kegiatan yang bernuansa ritual keagaamaan beliau usahakan untuk memenuhinya.

Hablum Minannas, beliau berupaya secara maksimal untuk memperoleh duniawi, dengan cara yang diridlai Allah SWT ( perdagangan ), dia berusaha dengan tidak pernah surut, untuk memperoleh harta yang banyak, dengan cara  yang halal dan thoyiban. Beliau berupaya bukan hanya keluarga atau  kerabat nya saja yang bisa turut menikmati rezeki pemberian  ALLAH SWT,  melainkan berupaya sebanyak mungkin manusia yang  dapat turut  menikmatinya. Dengan demikian,  ketika harta itu  diperolehnya, maka  harta itu hanya digunakan sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhannya dalam upaya hablum Minallah, dan bersilaturahim dengan sesama manusia (hablum minannas ) .  Beliau menerapkan tuntunan  : “ Jangan hitung berapa jumlah uang yang diterima, tetapi hitunglah berapa jumlah orang yang bisa turut menikmati rezeki yang datang melalui tangan kita”.  “ Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin “ Subahanallah.

Sahabatku yang tercinta, engkau lah yang telah “ merengkuh dunia untuk menggapai surga  impian”

Ya Allah, berikanlah Rahmat dan RidlaMu bagi sahabat hamba ini, Tetapkanlah dia Istiqomah di jalanMu, hingga memperoleh Khusnul Khatimah, Amiiin.

Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada hambaMu ini, untuk bisa mengikutinya selama dia berada di jalan RidlaMu Amiiin.

Ya Allah, berikan Hidayah kepada sahabat-sahabat lain (alumni SKSD ) yang telah berupaya untuk bisa dekat denganMu, agar mereka dapat menemukan Jalan lurus yang menuju ampunan dan Rahmat Mu, Amiiin, Ya Robbal Alamin.

Wabillahi taufik Wal Hidayah,….  To Be Continued.

Gunawan Achmad

NB. Khusus buat teman-teman di Yogya bila ingin bersilaturahim dengan beliau, saya akan coba mengontaknya….

Pos ini dipublikasikan di Forum Islam. Tandai permalink.

6 Balasan ke MEMBANGUN PILAR PERDAGANGAN ISLAMI MELALUI PASAR MODERN (MART) .. BAG-II

  1. Alumni SKSD berkata:

    Tidak Heran kalau tulisannya indah, mengalir dan enak dibaca krn di buat oleh seorang penulis buku.
    Isinya, menurut saya sangat tepat untuk menginspirasi kita kita para balon, calon pensiunan dan yg sudah pensiunan. Tks berat Kang Gun dan ditunggu lanjutannya…
    Salam,
    SMU

  2. muslich m berkata:

    Subhanallah…..rrruarrr biasa…kang Gun tulisannya..berbobot…. sangat layak seandainya pak katua/smu..untk merekomendasikan “wajib baca” bagi member blog ini, …..bayangkan klo gak salah persepsi … walau sdh pensiun… cari terus duniawi..dgn cara yg halal wal thoyiban dan bisa dinikmati banyak orang……luar biasa…… ini bs jg dipakai sbg bhn dasar untk membantu ( tentunya bantuan pancing…. bukan…ikannya) temen2 kita yg merasa kurang beruntung/mapan ..diusia senjanya………selamat kang……
    mm

  3. M Sofjan berkata:

    Alhamdulillah ,,ternyata banyak diantara alumni SKSD adalah penulis handal ,,, rupanya PTT hanya sampingan ,,, ruarr biasa tulisannya mengalir dan menggugah ,, terimakasih Kang Gun ,,, lanjut

  4. murawi berkata:

    weleh2, hebat banget, bagus sekali mas gun tulisannya, ditunggu lanjutannya

  5. Asep Salmon berkata:

    Alhamdulillah sae kang, diantos jilid salajengna

  6. trikin berkata:

    alhamdulillah, baru bisa baca artikelnya kang Gun dr wartel terdekat, bagus, terimakasih, salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s