Tanggapan Atas “Urang Teh, Bade Kaditu Juragan”

Di tahun 1976, saya membaca Catatan Pinggir (caping) majalah TEMPO (semoga tidak salah tahun juga nama caping atau kolom, serta aku sampaikan secara bebas tanpa mengurangi maknanya). Dalam caping yang di tulis H. Mahbub Djunaedi (alm) tersebut di ceritakan ada 10 orang Indonesia pergi ke Amerika Serikat naik pesawat terbang. Diatas Lautan Pasifik pilot pesawat menyampaikan pengumuman karena adanya kerusakan mesin, pesawat akan mendarat darurat di lautan. Diminta kepada semua penumpang bersiap-siap untuk pendaratan dan sesampainya di laut nantinya agar melompat ke dengan menggunakan pelampung yang telah di sediakan. Semua penumpang sibuk mempersiapkan diri, memasang pelampung, membawa dokumen penting, ada yang berteriak histeris, ada yang berdoa, semuanya ini membuat awak pesawat super sibuk.

Berbeda dengan ke 10 orang Indonesia, mereka dengan sangat serius menggelar rapat dan memutuskan membuat team penyelamat. Ditunjuknya ketua, sekretaris, bendahara, seksi umum, seksi konsumsi, seksi humas, seksi kesehatan, seksi do’a. Karena ada 2 orang yang belum duduk dalam team penyelamat ditunjuknya kedua orang tersebut masing-masing sebagai pembina dan penasihat. Biasa dalam rapat agak berjalan bertele-tele, sehingga ketika rapat sudah selesai pesawat sudah kosong, semua penumpang sudah turun ke laut, dan pesawat pun sudah mulai tenggelam……

Itulah katanya kebiasaan yang terjadi di negara kita. Untuk menanggulangi kasus mafia hukum dibentuklah Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, sehingga ada Satgas Pembenihan, ada Satgas Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Internasional dan seterusnya, yang katanya ada puluhan satgas/task force yang dibentuk oleh pemerintah.

Demikian juga di kantor atau di kompleks perumahan, ada yang namanya panitya, team sukses dll. Ada kegiatan sedikit dibentuk panitya atau dibentuk team, apalagi di kantor-kantor pemerintahan anggota panitya atau team sangat senang sekali karena mereka mendapatkan honor tambahan, uang rapat, atau paling sial hanya dapat seragam.

Sehingga saya pun tidak kaget ketika forum alumni pmtnt sksd ini ikut-ikutan latah membentuk sejenis team yang diberi nama kepengurusan alumni pmtnt sksd. Ada 26 orang – ini baru dari pmtnt 74-76 — yang di rekrut menjadi pengurus. Kalau di gabung dengan kepengurusan ketika di umumkan di Bumi Sangkuriang, disitu dalam komponen pengurus ada PMTNT 73-75 Bandung, Padang dan Surabaya, maka ada sekitar 30 orang yang jadi pengurus alumni pmtnt sksd ini. Jika jumlah alumni pmtnt sksd ada 180 orang, maka setiap pengurus mewakili 6 orang alumni. Memang bisa di maklumi — merupakan kebiasaan di kita – kalau tidak di dudukkan dalam suatu kepengurusan, mereka tidak mau cawe-cawe mbantu. Sehingga wajar kalau Pak RT merekrut 26 orang untuk duduk dalam kepengurusan. Mungkin kalau waktu rapat pak RT inget 50 nama, maka yang akan duduk di pengurusan ini ada 50 orang…….. hehehehe

Memang mengurus web, gampang-gampang susah. Seperti sekarang ini, pak RT di belenggu oleh situs buatannya sendiri, karena Pak RT harus nongkrongin kalau ada naskah/artikel masuk, artikel harus di approve dan kemudian di upload. Coba kalau satu minggu saja pak RT berhalangan, tentu naskah/artikel yang ingin di publikasikan oleh penulisnya tertahan di Pak RT. Sehingga perlu bagi-bagi pekerjaan untuk mengurus web.

Harapan kita semua, semoga kepengurusan yang gemuk ini, memenuhi harapan kita semua serta dapat merumuskan kegiatan dan pengelolaan Silaturahmi Alumni pmtnt sksd angkatan 166 lbck lebih baik lagi. Maaf, fungsi pengurus bukan sebagai pe-ngurus anggota, maksudnya membuat anggotanya menjadi kurus.

Karena tidak ada U-turn, mari kita jalan terus lurus kedepan, semoga Allah meridlo’i, amin…..

A Karma Sentika

Pos ini dipublikasikan di AlumniNews. Tandai permalink.

14 Balasan ke Tanggapan Atas “Urang Teh, Bade Kaditu Juragan”

  1. Alumni SKSD berkata:

    Cak AKS, saya setuju dengan ulasan diatas disaat kita berada pada kondisi organisasi strutural yang orang2nya full dedicated di organisasi tsb, Sayangnya kita tidak berada pada kondisi yg demikian, kita ini hanya berada pada komunitas sosial -emosional. bahasa terangnya … sopo sing gelem jadi pengurus yg bekerja penuh setiap hari, bila ada sebaiknya kita pilih ybs sebagai pengurus, dan pasti bisa slim.
    Cak AKS, sebenarnya ada masalah lain yg penting kita investigasi dan selesaikan yaitu :
    1. Jml anggota Flexi milis 107 orang, tapi yg aktif saya kita tidak lebih dari 30 orang.
    2. Blog sdh diakses oleh 1076 hits, komentar 88 dan kalau disort lagi juga paling2 hanya 40 orang.
    So what gitu loh, jadi tantangannya harus kita cari sebenarnya keinginan yg common sense itu apa. Masalahnya cari tahu pd orang diam itu kan susah, padahal kayaknya justru menjadi majority dlm komunitas kita ini.
    Terima kasih dan Salam (smu)

  2. M Sofjan berkata:

    Tanggapannya panjang kale ,,, hampir sama dg resume dan catatan Pak RT ,,, Mas AKS masih kritis juga ,,asal jangan ada artikel tanggapan atas tanggapan aja ,,.

    Mhs kepengurusan gemuk gak ada salahnya, paling tidak sesama pengurus jadi lebih intens utk bersilaturahmi, ,,, asal jangan kelamaan rapat karena saling berargumentasi kapal keburu tenggelam.

  3. Asep Salmon berkata:

    Wah tulisan cak Karma bak Tempo’76 juga, mengalir bagai Cikapundung dimusim hujan, matur nuwun cak!.
    1. Keliatannya, selain untuk memenuhi identitas sebagai WNI yang gemar bikin panitia, mas SMU memakai falsafah ‘Tempalah besi selagi panas’ untuk
    melihara momentum euforia silaturahim pmtnt yang sudah pada pensiun ini (kecuali yg belum).
    2. Entahlah, apakah dia nunjuk pembina dan penasihat sebagai ‘balas dendam’ karena sudah ‘dipaksa’ jadi Ketua Alumni atau sebagai unggah-ungguh orang Jawa tulen, atau juga karena memang merasa masih perlu dibina dan dinasihati.
    3. Tapi believe it or not, ini bukan kabinet pelangi untuk mengakomodir kepentingan2 individualistis, ini diperlukan karena masalah geografis, skill dan memang perlu distribusi empowering mengingat usia yg sudah tuwir.
    4. Insya Allah kekerabatan yang kita bina ini akan mewariskan hikmah untuk anak cucu kita semua. Amin

  4. Ronny berkata:

    Saya ingat acara DITPRANTEK dulu, diadakan di Hotel Gunung Puteri Lembang.
    Acara ramah tamah, tidak ketinggalan “hadiah pintu”. Sang panitia mengocok hadiah pintu, lalu Dirprantek menyerahkan hadiahnya. Seraya acara berakhir ternyata semua keluarga peserta mendapatkan hadiah pintu, meskipun cuma kalkulator.
    Rupanya panitia tidak ingin seorangpun merasa terabaikan. Cukup bijak….
    Di jaman kita masih dinas (bagi yg sudah pensiun), kita ingat kalau ada ke panitiaan berhonor, kebanyakan saling unjuk diri sebagai orang yg berkompeten supaya disertakan, atau pada saat ada kesempatan promosi jabatan ya idem dito.
    Manusiawi… memang. Saya memahami pola pikir mas SMU, untuk ngurus yang seperti ini, dibutuhkan semangat yg berbeda, tanpa pamrih, kita coba saja . Seraya waktu berjalan toh akan kelihatan arah dan bentuknya. Terima kasih untuk upaya kerja kerasnya , saya sangat menghargai. Salam

    • SITI SARAH berkata:

      Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
      Salut untuk teman-teman yang telah bersusah payah untuk menyediakan sarana untuk bersilaturahmi ini. Ketika melihat photo alumni sampai kerung jidat teh sambil mengingat- ingat photo siapa gerangan dan ternyata mayoritas saya gak bisa menebak siapa gerangan he he he lucu2 geuningan nya 30 thn lebih tidak bertemu. Saya n partner berharap dapat ikut acara semacam ini yad. Kita berharap di sisa hidup ini dapat lebih berkualitas lebih mengenali diri kita ini dari mana , sedang di mana dan akan ke mana dan kita lebih cerdas lagi dalam menjalani hidup ini. Sabda rasul “Orang cerdas adalah orang yang menaklukkan nafsunya dan beramal untuk urusan setelah kematian” Maaf saya banyak bicara sekian dulu yaahh tombo kangen nih yaa……..

      Wassalam

  5. umar fadhil berkata:

    wah salut anda2 kompak dan solid dan masih bertahan
    541265

  6. umar fadhil berkata:

    Numpang lewat yang saya kenal :
    Bapak bapak yang terhormat, maaf tidak dicantumkan gelar
    Latif, Enceng Suhardi, Ali Masroh, M. Sofyan, Djodjo Supardjo, Bahrul Kamar,
    Sumarmo, Muhammad Setiawan, Dedi Wahyudi, Sutrikin, Teguh Semedi.

    umar fadhil/541265

  7. umar fadhil berkata:

    Maaf, Anda anda ini kan semua orang orang transmisi/ radio, coba sekedar saran alangkah
    syahdunya dan sekaligus pemandangan asri ngumpulnya di gunung puntang dimana
    ada bekas pemancar terbesar se asia radio hf malabar, bari nyawang katukang kumaha
    eta wong londo bisa ngadegkeun pemancar anu sakitu megahna.
    tiasa ditingali di kitlv-radio malabar.

    umar fadhil/ tra/ 541265

  8. muslich m berkata:

    Menanggapi mas SMU,..mgi tantangan/keinginan yg hrs dicari itu apa….brgkli boleh ikut share…bhw semacam curhat dr salah seorang tmn kita( tdk perlu sy sebut namanya)….yaitu bgmn cara/solusi untuk membantu rekan2 yg semacam sy sebutkan tadi dlm bidang sosial ekonominya…. krn ada sebagian temens yg nasibnya tdk sebagus temen lainnya ..sampai ybs bicara bhw..uang pensiunnya jauh dr cukup…sbg catatan banyak temen yg mungkin salah ambil keputusan utk pendi….tp berakhir salah perhitungan misalnya….nah ini brgkali bs jd sallah satu tantangan utk di carikan jln keluarnya…… salam.
    mm

    • Alumni SKSD berkata:

      Mas Muslich, tks atas masukannya. Pendapat saya sbb :
      1. Tahap awal ini marilah kita konsolidasi dulu dan karena kita itu tersebar domisilinya maka perlu media yg bisa menjembatani, salah satunya blog inilah gunanya utk itu.
      2. Dengan komunikasi yg baik maka semua masalah bisa kita diskusikan utk penyelesaiannya (utk tahap inipun masih sangat sulit / media ini masih sangat kecil yg memanfaatkan)
      3. Kalau media ini sdh cukup majority sbg media komunikasi kita, maka kita bisa silaturahmi, sharing dan mendiskusikan masalah yg ada untuk mencari solusinya. Mungkin masalah yg disampaikan Mas Muslich bisa menjadi topik pertama.
      Bagaimana pendapat temen2 yg lain …. pls comment.

  9. M Sofjan berkata:

    C7 ,, mas SMU,,
    Membantu teman spt yg diuraikan mas MM , insya Allah merupakan salah satu dari tujuan kebersamaan kita, utk mencapainya tahap awal diperlukan konsolidasi utk membangun kebersamaan ini.

  10. jok berkata:

    he he he, . . seru juga yah
    kalau tulisan “urang teh, bade kaditu juragan” disandingkan dengan “tanggapan”nya, bisa jadi klop 100%, nyambung sebagian, atau 100% tidak cocok, . . who knows?
    yang jelas, mengurus alumni dengan mengurus “proyek” (jaman kita masih aktif di kantor) sangatlah berbeda. siapapun yang akan mengurus alumni, mereka harus siap untuk berkorban (waktu, tenaga, pikiran dan mungkin juga uang), jadi ya harus siap kurus. maka seyogyanya kita sebagai “anggota” alumni memberikan dukungan moril dan atau materiil (dan berprasangka baik) kepada mereka yang bersedia “mengurus” alumni, mengingat yang dilakukannya adalah untuk menjaga tali silaturahim diantara kita (bukankah agama menganjurkan demikian).
    begitu ceunah . . .

  11. mangjojo berkata:

    sorry baru tahu ada situs ini malam ini. komen perdana bagus…siip..; salam takdzim untuk para syaikh yang mejeng…
    salam juga buat kang haji umar fadhil…alumni soreang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s