Membangun Pilar Perdagangan Islam Melalui Pasar modern (Mart ) … BAG-I

Tulisan ini akan saya awali dengan kisah nyata… ( he..he.. serem ), yaitu suatu kisah dialog dengan para pengajar di sela-sela ramah tamah setelah selesai memberikan presentasi dengan tema seperti diatas, di Suatu Perguruan Tinggi Islam di Sumut.
Salah seorang staf Pengajar senior, menyampaikan petikan suatu kisah sederhana, yang harus dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari, inilah kisahnya:

Dikisahkan, Seorang Da’i kondang sedang melakukan ceramah di suatu mesjid yang terletak berdekatan dengan rumahnya. Isi ceramah Sang Da’i tersebut dapat didengar jelas oleh istrinya melalui pengeras suara, yang sedang berada di rumahnya.
Tema yang diangkat oleh Sang Da’i adalah “Kesempurnaan iman”, merunut kepada suatu keterangan (hadist ); ” Belum sempurna iman seseorang apabila belum mencintai saudaranya tidak seperti mencintai dirinya sendiri” dan ” Belum sempurna iman seseorang apabila belum bisa memberikan harta yang paling dia sayangi, untuk keperluan fisabilillah.”
Beliau mengupas dengan jelas kisah-kisah para sahabat yang memberikan harta-harta yang paling disukainya untuk keperluan fisabilillah, dengan fasih dan menarik.
Tertarik dengan isi ceramah suaminya, istri Sang Da’i , bertekat ingin menyempurnakan iman suaminya, yaitu dengan memotong ayam pelung kesayangan suaminya dan disedekahkan kepada para tetangganya. Konon suaminya apabila setiap selesai memberikan ceramah dan yang pertama kali di lakukan ketika dia tiba di rumah, adalah selalu menengok ayam kesayangannya terlebih dahulu.
Nah, singkat cerita,… ketika Sang Da’i selesai ceramah dan langsung pulang ke rumah, seperti biasanya, yang pertama kali dia lakukan adalah melongok ke kandang ayamnya, terperanjatlah dia ketika didapati kandang ayamnya yang kosong.
Lebih terperanjat lagi Sang Da’i, setelah istrinya memberikan jawaban, bahwa ayam tersebut digunakan untuk kesempurnaan iman Sang Da’i, karena istrinya merasa, Sang Da’i belum menunaikan keterangan seperti yang diceramahkannya barusan … ( he..he.. entah istrinya saking jengkel aja ..kali… karena yang dielusnya ayam jago ..)
Sambil lemas Sang Da’i berkomentar, : aduuuh ibu,… ibu!!… semua yang Bapak ceramahkan tadi itu, khusus untuk umaaat, bukan untuk kita… kalau untuk kita beda lagi keterangannya…….?????? ( ha..ha…. kalau nggak ada yang ketawa, biar deh ketawa sendiri aja.. )
Simple, sederhana, banyak dijumpai , dan bahkan barangkali kita sendiri sering melakukan hal seperti ini…
Ibrah ( pelajaran) yang dapat kita petik dari kisah ini adalah…;
1. Kita sangat pandai memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi diri kita tidak pandai melakukan yang kita nasehatkan sendiri ( Firman Allah : Alangkah besarnya kemurkaan disisi Allah, terhadap apa yang dia katakan tetapi tidak pernah dia lakukan ).
2. Kita sering berlaku tidak adil, kita merasa senang apabila orang lain menderita, dan merasa susah ketika orang lain senang. ( Firman Allah : Berlaku adillah, karena adil itu dekat dengan Taqwa ).

… TO BE CONTINUED …

GUNAWAN AHMAD (GNW_GRT)

Pos ini dipublikasikan di Forum Islam. Tandai permalink.

2 Balasan ke Membangun Pilar Perdagangan Islam Melalui Pasar modern (Mart ) … BAG-I

  1. Kang Gnw Grt, tausiah-nya cukup baik, dan perlu kita renungkan masing-masing, kemungkinan kita termasuk yang pandai menasehati (maklum udah aki2), namun sering lupa melakukannya (aki2 deuiy). karena sudah menjadi tradisi (yang ditradisi-tradisikan), bahwa berbicara lebih mudah daripada mendengarkan, apalagi melaksanakan yang dibicarakan….kadang susah tuh…. he..he; lanjut terus tulisannya pak Ustadz

  2. M Sofjan berkata:

    Boljug tulisannya ,,, sederhana , sepertinya ringan tapi mengandung pesan yang sangat dalam, terimakasih KAng Gun ,,,, jadi seuri koneng ,,,NGARASA ,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s