Renungan Surat Al- Kautsar

(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada engkau (Muhammad), nikmat yang sangat melimpah, (2) karena itu dirikanlah Sholat karena RabbMu dan berkorbanlah, (3) sesungguhnya orang orang yang membencimu (Muhammad), merekalah yang terputus (dari rahmat Allah) (QS 108: Al Kautsar 1-3)

Apa sebenarnya arti nikmat yang banyak yang dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw?

Bukankah nikmat itu seperti yang sering kita persepsikan berupa rumah yang megah? Istri yang shalihah? Harta yang melimpah? Pakaian yang mewah? Pendidikan yang tinggi? Pangkat atau jabatan yang tinggi ? atau mobil yang mahal?

Apakah Nabi Muhammad memiliki itu semua? Tidak!!,

Lalu kenapa dalam Al Kautsar disebutkan bahwa beliau memperoleh nikmat yang banyak? bukankah rumah Nabi hanya 3×4 meter? bukankah itu hanya ruangan sempit belaka yang kalau diibaratkan sekarang hanyalah RSSSS, Rumah Sangat Sangat Sederhana Sekali? hingga ketika Nabi bersujud maka ia harus menyingkirkan kaki Aisyah dahulu?

Bukankah Nabi Muhammad yang agung itu sering berpuasa karena tak ada makanan? Juga pernah suatu ketika, Muhammad rasul Allah itu pulang kemalaman, ia membawa roti kering untuk istrinya, karena sudah malam, ia tak tega untuk mengetuk pintu, khawatir mengganggu istrinya yang sedang terlelap, maka ia taruh rotinya di atas pintu, dan ia Muhammad tidur di luar, keesokan harinya, Aisyah melihat roti di atas pintu itu, kebetulan ada pengemis, maka diberikanlah roti yang sedianya untuk dirinya itu kepada pengemis itu

Bukankah Nabi Muhammad yang mulia itu sering terlihat terganjal perutnya oleh 3 buah batu karena kosongnya perut?

Bukankah wajah yang suci itu pernah hanya makan daun-daunan kering dalam sebuah peperangan?

Nabi memang tidak mendapatkan kenikmatan berupa materi… namun yang lebih benar adalah, nabi DIBERIKAN sebuah perasaan bahwa ia TELAH menerima Banyak Kenikmatan.

Ketika seseorang telah merasa mendapatkan nikmat yang banyak, maka banyak sedikitnya materi yang dimiliki tidak lagi menjadi masalah, beliau merasakan kenikmatan pada apa yang beliau miliki. Dalam diri Nabi terdapat sifat Qonaah, yaitu merasa cukup dengan apa yang ada, sehingga itulah kenikmatan yang tiada taranya, kenikmatan yang melimpah…

Maka setelah nabi mendapatkan kenikmatan ini, ayat kedua pun berlaku yaitu agar menegakkan sholat dan berqurban, dan bahwasannya orang-orang yang membenci Risalah yang turun pada Muhammad, itu sebenarnya merekalah yang terputuskan dari kenikmatan dan rahmat Allah yang sesungguhnya…

Nabi memang miskin, tapi nabi senantiasa berqurban ketika hari raya qurban .. karena nabi merasa cukup .. nabi tak pernah mengeluhkan harta, karena nabi merasa telah mendapatkan nikmat … perasaan inilah yang harus kita miliki.

Jika kita tak pernah merasa nikmat dengan apa yang kita miliki, maka selamanya kita akan merasa kurang dan haus akan materi .. sehari-hari kita hanya disibukkan mencari dan mengumpulkan harta dan melalaikan akhirat kita.. padahal perlombaan mengumpulkan harta itu tidaklah seperti perlombaan yang lain .. perlombaan yang lain pastilah ada finishnya .. lomba lari ada finishnya .. baik itu angka, jarak maupun waktu .. tapi tidak dengan perlombaan mengumpulkan harta, ia seperti air garam, yang semakin diminum akan semakin membuat haus.

 Nabi bersabda, seandainya manusia itu diberikan emas sebanyak 2 buah gunung, niscaya ia akan memintanya lagi .. perlombaan dan bermegah megahan tentang dunia hanya akan berakhir ketika manusia masuk keliang kubur, yang tak ada lagi kesempatan baginya untuk bertaubat …

Untuk itu, marilah kita renungkan juga ayat-ayat berikut:

 (1) Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu (Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan). (2) Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS 102: At Takaatsur 1-2).

 (19) Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (20). Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (21). Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (QS 70: Al Ma’ariij 19-29).

Semoga Allah memberikan kenikmatan kepada kita, yaitu kenikmatan untuk merasa bersyukur dengan apa yang telah kita miliki … kita bersyukur dengan jabatan yang pernah kita sandang ketika masih aktif bekerja… tidak iri hati karena kawan kita seangkatan memperoleh jabatan yang lebih tinggi … tidak berkeluh kesah karena uang pensiun yang diterimanya lebih kecil dari yang lain …. tidak kecewa menempati rumah yang sederhana …. sehingga kita bisa senantiasa bersyukur, bersabar, ikhtiar dan terus berdo’a serta bertawakkal … karena barang siapa bertawakkal maka Allah akan mencukupi keperluan kita, sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki), serta pula  Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS 65: Ath Thalaaq 3).

Bulan depan kita menginjak ke bulan Dzulhijjah, mari kita ikuti jejak Rasulullah SAW dengan menyembelih hewan kurban, minimal seekor kambing buat kita dan keluarga kita..… sebagai wujud rasa syukur kita atas kenikmatan yang dilimpahkan kepada kita. Kita telah mencapai usia pensiun dan menikmati uang pensiunan di masa senja kita juga merupakan suatu nikmat yang patut kita syukuri. Dengan berkurban dengan ikhlas, maka kita telah melangkah pada jalan yang terbaik untuk memperkuat tingkat ketaqwaan kita……

A Karma Sentika

Tulisan ini dipublikasikan di Forum Islam. Tandai permalink.

5 Balasan ke Renungan Surat Al- Kautsar

  1. ass.w.w, sudah seharusnya kita harus mensyukuri nikmat yg telah diberikan ALLAH swt kepada kita dengan tulus dan ikhlas seberapapun besarnya/kecilnya nikmat yang kita terima. “Apabila kamu bersyukur akan kutambah nikmatku, apabila kamu kufur nikmat siksaku amat perih”. Ya Allah, jadikanlah kami menjadi orang yang pandai bersykur….. amin. terima kasih tulisannya mas AKS. Wass

  2. rizal550571 berkata:

    Alhamdulillah, terimakasih banyak atas pencerahannya, mudah-2an kita menjadi orang yang pandai bersyukur.
    wass
    Rz tea

  3. medi berkata:

    syukron akhi,… mudah2an hari istnin ini pada banyak yg shaum,…fiibarakallahum,…

  4. Ipien berkata:

    Subhanalloh . . . , trimakasih banyak kangmas AKS . . , insyaalloh kita semua akan bisa mensyukuri dan merasa cukup dengan apa yang ada (Qona’ah) . Amien.

  5. trikin berkata:

    Terimakasih mas AKarmaS atas pencerahannya, insyaAllah kita senantiasa bisa mensyukuri nikmat yang telah kita terima. Amiin (trikin).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s